Skip to main content

Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat di Awal Tahun 2019 - Malven News

Logo Bank Indonesia


MalvenNews - Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Rp.14.090 berhasil menguat signifikan sepanjang pekan ini. Pasar spot Bloomberg masih undervalued atau belum sesuai dengan nilai fundamentalnya tetapi Rupiah mampu membuktikan diri pada pekan pertama 2019.

Sepanjang pekan ini, rupiah menguat 1,99% terhadap greenback secara point-to-point. Luar biasa, nyaris 2%.


Chart Dollar Terhadap Rupiah (Malven News)


Penguatan rupiah begitu mencolok dibandingkan mata uang Asia lainnya. Alhasil, rupiah menjadi mata uang terbaik di Benua Kuning selama sepekan ini. Dalam hal menguat terhadap dolar AS, tidak ada yang sebaik rupiah.


Berikut pergerakan kurs dolar AS terhadap mata uang Asia dalam seminggu terakhir:

Pergerakan Kurs Dolar Terhadap Mata Uang Asia


Terlihat bahwa mayoritas mata uang utama Asia mampu greenback. Maklum, dolar AS memang sedang tertekan. Dollar Index (yang mengukur posisi dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia) melemah 0,23% selama minggu ini.

Investor sepertinya merealisasikan proyeksi yang mengemuka sejak akhir 2018, yaitu dolar AS akan lengser keprabon dari singgasana raja mata uang dunia. Sebab, tahun ini kemungkinan besar The Federal Reserve/The Fed tidak akan seagresif tahun lalu dalam hal menaikkan suku bunga acuan.

Sepanjang 2018, Jerome 'Jay' Powell dan kolega menaikkan Federal Funds Rate sampai empat kali ke median 2,375%. Untuk tahun ini, target median suku bunga acuan The Fed adalah di kisaran 2,8% sehingga pelaku pasar memperkirakan setidaknya ada dua kali kenaikan. Laju kenaikan suku bunga acuan akan berkurang setengah dibandingkan tahun lalu.

Akan tetapi, sebagian pelaku pasar juga menilai ada kemungkinan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan sepanjang 2019. Bahkan ada yang memperkirakan The Fed bakal menurunkannya!

Ramalan itu bukan tanpa alasan. Data-data ekonomi AS akhir-akhir ini memang kurang bagus,.

Kemarin malam, US Bureau of Labor Statistics merilis angka pengangguran Desember 2018 yang sebesar 3,9%. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 3,7%.

Kemudian angka Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur AS versi ISM pada Desember 2018 tercatat 54,1. Angka ini menjadi yang terendah sejak November 2016.

Untuk PMI versi IHS Markit, angka pada bulan lalu adalah 53,8. Ini merupakan laju paling lambat sejak September 2017.

Lalu pada kuartal III-2018, ekonomi AS tumbuh 3,4% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized). Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 4,2%. Bahkan untuk kuartal IV-2014, The Fed hanya memperkirakan ekonomi Negeri Adidaya tumbuh 2,6%.

Berbagai data tersebut seakan memberi konfirmasi bahwa perekonomian AS memang memasuki fase perlambatan. Dampak stimulus pemangkasan tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang dirilis pada akhir 2017 sepertinya sudah selesai, ekonomi AS kehabisan nitro untuk melesat.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan apakah tepat bagi The Fed untuk mengencangkan ikat pinggang saat ekonomi memang sudah melambat? Apakah menaikkan suku bunga saat ekonomi lesu tidak menyebabkan perlambatan yang lebih parah, atau bahkan kontraksi?

Didasari oleh argumen tersebut, maka menjadi masuk akal jika The Fed bisa saja tidak menaikkan suku bunga acuan pada 2019. Bahkan kemungkinan untuk menurunkan menjadi cukup terbuka.

Kabar tersebut tentunya membuat dolar AS kehilangan keseksiannya. Tanpa kenaikan suku bunga acuan, tidak ada pemanis untuk berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS. Oleh karena itu, investor pun berbondong-bondong meninggalkan mata uang ini.

Comments

Popular posts from this blog

Heboh, Bocah 4 Tahun ini Disunat oleh Jin

Aneh, inilah yang terjadi pada bocah 4 tahun bernama Sangaji Surya Wiguna alias Aji ini. Apa yang dialami bocah ini membuat warga Kampung Bojong Tengah, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor Heboh. Lantaran aji mengalami kejadian yang tidak biasa, ia dikabarkan telah disunat oleh Jin.  Jawapos.com “Ini memang kejadian yang di luar logika,” kata Ali ayah Aji saat menuturkan kepada awal mula peristiwa itu kepada Pojokjabar (Jawa Pos Group). Awal mula kejadian ini usai mandi sore yang menjadi rutinitas biasa Aji. Saat sebelum magrib, Dasep (17) yang merupakan keponakan tengah memandikan Aji. Tidak ada kejadian aneh saat memandikan AJi. Sampai akhirnya Dasep bersiap untuk salat magrib. Sedangkan Aji memakai pakaiannya sendiri.  “Tiba-tiba anak saya  mengeluhkan kemaluannya. Titit Aa merah kaya berdarah ujung tititnya ga ada,” ungkapnya menirukan keluhan Aji saat mengetahui seperti sudah disunat. Saat itulah, alat kelamin Aji secara tiba-tiba saja berubah sep...

Mohamed Salah Menepis Anggapan Bahwa Sadio Mane Egois

Info Berita Terupdate - Mohamed Salah telah menepis anggapan bahwa Sadio Mane egois dan percaya ada 'solidaritas' antara trio penyerang Liverpool. Sebelumnya, Mane dituduh menghina Salah saat Liverpool menang 2-1 atas Tottenham di Wembley pada Sabtu, 15 September 2018 dengan beberapa pendukung bahkan berspekulasi bahwa pemain internasional Senegal itu cemburu atas keberhasilan Mesir dari musim lalu. Agen Judi Bola Tapi Salah bersikeras dia tidak peduli siapa mencetak lebih banyak gol untuk Liverpool dan mengungkapkan dia sangat dekat dengan Mane di ruang ganti. Merdeka Hari Ini Baca juga:  Liverpool Memberikan Pembaruan Positif Tentang Pemulihan Firmino Ketika ditanya tentang hubungannya dengan Roberto Firmino dan Mane, Salah mengatakan kepada France Football, "Kami adalah teman, kami banyak berbicara. Umumnya, kami bertiga duduk di ruang ganti di tempat yang sama, tepat setelah pertandingan." Berita Bola "Ada solidaritas nyata di antara kami karena kami tidak p...

Arti Sosial Ekonomi yang Sesungguhnya

Sosial Ekonomi - Sosial mengandung arti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat, sementara itu ekonomi memiliki artian sebagai ilmu yang berhubungan dengan asas produksi, distribusi, pemakaian barang serta kekayaan. Sekilas Sosial dan Ekonomi seperti dua hal dan cabang ilmu yang berbeda, namun diantara keduanya sebenarnya terdapat kaitan yang erat. Salah satu kaitan yang erat tersebut adalah, Jika keperluan ekonomi tidak terpenuhi maka akan terdapat dampak sosial yang terjadi di masyarakat kita. Jadi bisa dijadikan kesimpulan adalah bahwa sosial ekonomi mengandung pengertian sebagai segala sesuatu hal yang berhubungan dengan tindakan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti sandang, pangan dan papan. Untuk lebih jelasnya lagi kami juga telah menuliskan beberapa dampak sosial ekonomi seperti di bawah ini. Selengkapnya >>