Skip to main content

Jangan Lari Sendiri Ketika Gempa Bumi Sedang Terjadi, Inilah Alasannya


Info Berita Terupdate - 'Berjongkok, berlindung dan bertahan hidup' adalah pelatihan dasar untuk melindungi diri Anda selama gempa bumi. Berbagai panduan tentang menyelamatkan diri Anda sebelum, selama, dan setelah gempa bumi telah didistribusikan secara luas.


Hanya saja kenyataannya, kepanikan yang melanda akan membuat banyak orang melupakan pelatihan dan hal-hal yang harus mereka lakukan.

Ketika Anda panik dan melupakan tahap-tahap menyelamatkan diri Anda, orang mulai berlari dan berebut untuk menyelamatkan diri. Bahkan jika Anda lupa tahap penyelamatan diri, satu hal yang perlu diingat ketika menghadapi bencana gempa bukanlah lari. Berlari adalah hal yang dilarang untuk dilakukan ketika menghadapi gempa bumi atau bencana alam apa pun. Merdeka Hari Ini

Jangan mencoba kehabisan bahkan jika pintu keluar ada di dekat Anda. "Mencoba melarikan diri atau bergerak cepat ke tempat lain dapat membahayakan diri sendiri. Agen Judi Bola

Baca juga: Seorang Ibu di Tiongkok Meninggal Setelah Menyelamatkan Dua Aaknya Dari Api di Rumahnya

Ketika gempa terjadi, Anda hanya perlu berjongkok dan melindungi kepala Anda di mana pun Anda berada" kata Mark Benthien, juru bicara Pusat Gempa California Selatan yang dikutip dari LA Times.

Mengapa lari menyelamatkan diri saat gempa itu berbahaya? Dia menambahkan bahwa berlari saat gempa bukanlah upaya untuk menyelamatkan diri. Sebaliknya, berlari hanya akan membuat diri Anda menghadapi risiko bahaya yang lebih besar. Merdeka News

Alasan hal yang berbahaya adalah adanya berbagai benda yang jatuh dan terbang di sekitar ruangan. Misalnya televisi, rak buku, microvawe, komputer meja, jendela kaca, pintu, atau lainnya. Benda-benda ini akan membahayakan diri Anda dan bahkan berpotensi membunuh Anda.

"Ukuran Anda 'jauh lebih kecil' jika Anda memaksakan diri untuk berlari melewati ruangan dibandingkan dengan objek lain. Plus Anda menempatkan diri Anda dalam lintasan bahaya dengan berlari" katanya. Berita Terkini

Jangan Lari Sendiri Ketika Gempa Bumi Sedang Terjadi, Inilah Alasannya

Comments

Popular posts from this blog

Heboh, Bocah 4 Tahun ini Disunat oleh Jin

Aneh, inilah yang terjadi pada bocah 4 tahun bernama Sangaji Surya Wiguna alias Aji ini. Apa yang dialami bocah ini membuat warga Kampung Bojong Tengah, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor Heboh. Lantaran aji mengalami kejadian yang tidak biasa, ia dikabarkan telah disunat oleh Jin.  Jawapos.com “Ini memang kejadian yang di luar logika,” kata Ali ayah Aji saat menuturkan kepada awal mula peristiwa itu kepada Pojokjabar (Jawa Pos Group). Awal mula kejadian ini usai mandi sore yang menjadi rutinitas biasa Aji. Saat sebelum magrib, Dasep (17) yang merupakan keponakan tengah memandikan Aji. Tidak ada kejadian aneh saat memandikan AJi. Sampai akhirnya Dasep bersiap untuk salat magrib. Sedangkan Aji memakai pakaiannya sendiri.  “Tiba-tiba anak saya  mengeluhkan kemaluannya. Titit Aa merah kaya berdarah ujung tititnya ga ada,” ungkapnya menirukan keluhan Aji saat mengetahui seperti sudah disunat. Saat itulah, alat kelamin Aji secara tiba-tiba saja berubah sep...

Berita Ekonomi : Chatib Basri akan Dilantik Oleh Presiden SBY Sebagai Menkeu Hari ini

Berita Ekonomi - Sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan, hari ini sekitar pukul 11.00 WIB, Presiden SBY akan melantik Chatib Basri untuk menjabat menjadi Menteri Keuangan. Acara pelantikan ini akan diadakan di Istana Negara, Jakarta. Sejumlah pejabat dalam jajaran kabinet dan beberapa pimpinan lembaga rencananya juga akan hadir pada acara pelantikan ini. Dengan tujuan untuk menggantikan kursi Menteri Keuangan yang telah ditinggalkan oleh Agus Martowardojo sebab ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Chatib Basri untuk menduduki kursi tersebut. Selengkapnya >>

Jadi Korban Begal, Pria Ini Justru Masuk Penjara

Polisi Sektor Bukit Raya menggelar rekonstruksi kejadian penganiayaan yang dilakukan Raju Andrian (20) yang menyebabkan Roby Dzaki Setiyawan (19) tewas saat hendak dilarikan ke rumah sakit. Rekonstruksi kejadian dilakukan Senin (16/11) di daerah Simpang Tiga, Pekanbaru, tepatnya di Gapura Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kejadian penganiayaan tersebut terjadi 10 September lalu, dimana korban Roby mencoba melakukan pembegalan dengan rekannya Khairul kepada Raju dan Yuli. Gelar rekonstruksi yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB itu, dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pekanbaru, kuasa hukum Raju, kuasa hukum Roby, pihak keluarga Roby. Khairul dan Yuli sebagai saksi  atas kasus penganiayaan tersebut. Kepala Unit Reskrim Polsek Bukit Raya Ipda M Bahari Abdi, saat dikonfirmasi mengatakan, setelah dilakukan rekonstruksi, Raju memerankan 35 adegan dimulai saat dirinya bersama teman wanitanya Yuli sedang berduaan di Gapura Bandara Sultan Syarief Kasim II yang kemudian didatangi oleh Rob...