Skip to main content

Asing Berkuasa Perekonomian Indonesia Memprihatinkan

Produk Asing
Para kelangan pengamat ekonomi menganggap bahwa pertumbuhan ekonomi semakin banyak didominasi oleh pihak asing. Seperti yang dikatakan oleh Aswandi Asan selaku Sekretaris Indonesia Islamic Business Forum di sela waktu istirahat ketika mengadakan SPKBEK (Seminar Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Ekonomi Kreatif) yang diadakan di Universitas Slamet Riyadi, Solo pada hari Sabtu (15/6), ia mengambarkan tentang beberapa potensi ekonomi Indonesia yang sekarang ini telah dipegang oleh tangan asing.


Dia memaparkan tentang potensi-potensi ekonomi yang telah diambil alih oleh pihak asing. Seperti 92% produk teknologi yang kini juga dikuasai asing, 80% pasar tekstil yang dikuasai asing juga, 80% pasar farmasi yang juga masih dikuasai asing dan juga kini dipasar Cipinang sudah tidak ada lagi produk beras lokal

Menurut penilaiannya ekonomi Indonesia sudah tidak lagi memiliki daya saing, ini terbukti dengan data pada tahun 2005 dimana ada sekitar 429 perusahaan tekstil Indonesia kolaps, 200 perusahaan industri merugi dan pada tahun 2010 terjadi defisit perdagangan Indonesia dengan China yang mencapai nilai fantastis yaitu 53 triliun rupiah.

Di pasar minuman menurut Aswandi ada sekitar 40000 outlet minuman Indonesia dan 40% berhasil dikuasai oleh pihak asing sebagai penjual pasar minuman ringan di Indonesia. Selain itu 93% pasar air minum dalam kemasan (AMDK) telah dikuasai oleh pihak asing juga. Di sektor susu, pihak asing juga telah memiliki sebesar 80% petani susu lokal juga menguasai setengah dari pasar susu di Indonesia. Ini sangat merugikan Indonesia yang dimana total nilai transaksi pertahun dari susu saja bisa mencapai nilai lebih dari 200 triliun rupiah.

"Dengan keadaan begini maka seharusnya Indonesia membangun jiwa-jiwa entrepreneurship agar bisa merdeka dari mendominasinya pihak asing" ujar Aswandi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sri Edi Swasono juga mengatakan tentang pembangunan yang saat ini terjadi di Indonesia. Menurutnya hadirnya mal, ritel modern dan juga berbagai macam restoran cepat saji yang jelas-jelas itu milik pihak asing, ini diartikan oleh sebagaian orang adalah pembangunan itu sendiri. Karena menurutnya, ini hanya akan membuat orang miskin menjadi semakin tergusur dikarenakan pembangunan tersebut.

Dia menambahkan bahwasanya masalah globalisasi kini telah disamakan dengan naiknya hidup yang konsumtif . "Satu kesan yang sangat kuat kita rasakan adalah banyaknya penguasa daerah mereduksi arti pembangunan menjadi hanya sebagai dengan hadirnya mal, supermarket lengkap dengan brand-brand berbahasa asing. Edi juga menambahkan tentang keprihatinannya tentang aksi borong besar-besaran tanah warga dikarenakan oleh investasi asing

Comments

Popular posts from this blog

Heboh, Bocah 4 Tahun ini Disunat oleh Jin

Aneh, inilah yang terjadi pada bocah 4 tahun bernama Sangaji Surya Wiguna alias Aji ini. Apa yang dialami bocah ini membuat warga Kampung Bojong Tengah, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor Heboh. Lantaran aji mengalami kejadian yang tidak biasa, ia dikabarkan telah disunat oleh Jin.  Jawapos.com “Ini memang kejadian yang di luar logika,” kata Ali ayah Aji saat menuturkan kepada awal mula peristiwa itu kepada Pojokjabar (Jawa Pos Group). Awal mula kejadian ini usai mandi sore yang menjadi rutinitas biasa Aji. Saat sebelum magrib, Dasep (17) yang merupakan keponakan tengah memandikan Aji. Tidak ada kejadian aneh saat memandikan AJi. Sampai akhirnya Dasep bersiap untuk salat magrib. Sedangkan Aji memakai pakaiannya sendiri.  “Tiba-tiba anak saya  mengeluhkan kemaluannya. Titit Aa merah kaya berdarah ujung tititnya ga ada,” ungkapnya menirukan keluhan Aji saat mengetahui seperti sudah disunat. Saat itulah, alat kelamin Aji secara tiba-tiba saja berubah sep...

Punya Uang Rp 100? Harganya sekarang Jutaan

Kamu pernah mengoleksi uang-uang zaman dulu? Ada kabar gembira buat kamu para pengkoleksi uang kuno. Jika kamu masih memiliki uang lembaran Rp 100 bergambar perahu layar, kamu bisa menjadi orang yang beruntung. Pasalnya uang pecahan 100 rupiah ini telah menjadi barang yang mewah dan memiliki nilai jual yang bisa dikatakan lumayan.  Seperti yang dilansir dari tribunnews.com, Selasa (18/4/2017), Bagi kamu generasi 80an pasti tidak asing dengan uang kartal ini. Kabarnya uang ini masih menjadi buruan para kolektor. Seperti tikutip dari uanglama.com, kalangan numismatis Indonesia, uang ini dinamai dengan "Uang Perahu Layar" atau "Uang Kapal Layar".  Uang yang dimaksud ialah uang Rp 100 tahun 1992. Uang tersebut pada bagian depannya memang bergambar sebuah kapal tepatnya kapal Phinisi asal Sulawesi. Dalam bahasa Indonesia sesuai EYD, nama kapal tersebut menjadi Perahu Phinisi. Pada uang Rp 100 tahun 1992, tertulis "Perahu Pinisi", tanpa huruf "H". Di b...

Parah, Wanita ini biarkan Suaminya Perkosa Anak Kandungnya Berusia 12 tahun

Seorang ibu harusnya menyayangi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Namun, hal tersebut tidak dirasakan oleh anak berusia 12 tahun ini. Seorang ibu di Warwickshire, Inggris tega memaksa anak gadisnya itu untuk berhubungan badan dengan suami barusnya hanya karena untuk bisa mempunyai anak. Setelah berulang kali diperkosa oleh ayah tirinya, gadis itu pun akhirnya hamil dan kini sudah melahirkan seorang bayi seperti yang diinginkan oleh sang ibu. Bayi ini sendiri sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Inggris, seperti yang dilansir dari Liputan6.com. Namun proses kelahiran tersebut membawa keberuntungan tersendiri bagi gadis ini. Karena aksi bejat yang dilakukan oleh ibunya dan ayah tirinya berhasil diketahui oleh pihak kepolisian setempat. Si ibu dan ayah tirinya pun langsung ditangkap. Ayah tirinya dijatuhi hukuman selama 18 tahun mendekam di penjara. Sementara ibunya dikenai hukuman selama 6 tahun setelah ia mengaku bersalah karena terlibat dalam konspirasi pemerkosaan dan kekejam...