Skip to main content

BLSM Tidak Efektif, PNS Dan TNI juga Ikutan Dapat Bantuan

BLSM - Mulai pukul 08.00 WIB Kantor Pos di kota Balikpapan telah dipadati oleh ratusan warga miskin yang mengantri untuk menerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang sebabkan kenaikan BBM Bersubsidi.

Untuk Pencairan hari pertama di kota Balikpapan baru ada tiga kecamatan yang ditujukan, yaitu Telaga Sari, Prapatan dan Klandasan. Di tempat kantor pos kota Balikpapan yang terletak Jalan Jenderal Sudirman ini, didirikan tenda – tenda agar para penerima bantuan bisa berlindung dari teriknya matahari ketika menunggu panggilan.

Pembagian BLSM dirasa juga tidak merata, contoh saja akan kejadian seorang warga miskin yang bernama Muhammade (71 tahun) seorang warga Klandasan RT 17 nomor 14 ini merasa sangat kecewa juga marah dengan para petugas dikarenakan namanya tidak terdaftar dalam KPS (Kartu Perlindungan Sosial)

“Saya hanya disuruh menunggu saja oleh petugas. Para petugas hanya melayani yang muda – muda saja. Saya lihat banyak orang dengan ekonomi cukup yang dapat bantuan ini, tapi saya orang yang sudah tua juga sakit – sakitan dan susah malah tidak dapat,” ujar salah seorang warga bernama Muhammade.

Terjadinya kesalahan pendataan oleh BPS yang dimana ini adalah badan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat, memang juga diakui oleh Walikota Balikpapan, Rizal Effendi. Menurut dia banyak sekali temuan – temuan penerima BLSM yang tidak sesuai,  semisal orang yang tidak layak menerima namun menerima akan bantuan tersebut. Ini termasuk seorang Kepala Dinas Kebersihan kota Balikpapan bernama Roby Ruswanto.

“Coba pikir, masa Kepala Dinas Kebersihan aja dapat Kartu Perlindungan Sosial (KPS) guna untuk mencairkan BLSM. Oleh sebab itu saya menghimbau agar para masyarakat yang telah menerima uang tersebut dan itu dirasa tidak layak untuk menerimanya, agar bisa dikembalikan. Supaya yang layak mendapatkannya bisa merasakannya juga akan bantuan pemerintah tersebut. Kita harus belajar ikhlas,” kata Walikota Balikpapan

Rizal juga menambahkan, bahwasanya ada ribuan orang yang tidak layak untuk bisa merasakan bantuan dari pemerintah tersebut. Ini terjadi karena pendataan yang dilakukan BPS tidak akurat, karena perbedaan indikator untuk menilai warga yang memang membutuhkan. Sehingga para warga yang seharusnya mendapatkan menjadi tidak mendapatkan  KPS.

“Terlihat juga ada oknum PNS, TNI, dan juga nama pengusaha masuk ke dalam daftar penerima tersebut. Untuk kedepannya nanti ini menjadi koreksi bagi BPS,” jelas dia 

Comments

Popular posts from this blog

Heboh, Bocah 4 Tahun ini Disunat oleh Jin

Aneh, inilah yang terjadi pada bocah 4 tahun bernama Sangaji Surya Wiguna alias Aji ini. Apa yang dialami bocah ini membuat warga Kampung Bojong Tengah, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor Heboh. Lantaran aji mengalami kejadian yang tidak biasa, ia dikabarkan telah disunat oleh Jin.  Jawapos.com “Ini memang kejadian yang di luar logika,” kata Ali ayah Aji saat menuturkan kepada awal mula peristiwa itu kepada Pojokjabar (Jawa Pos Group). Awal mula kejadian ini usai mandi sore yang menjadi rutinitas biasa Aji. Saat sebelum magrib, Dasep (17) yang merupakan keponakan tengah memandikan Aji. Tidak ada kejadian aneh saat memandikan AJi. Sampai akhirnya Dasep bersiap untuk salat magrib. Sedangkan Aji memakai pakaiannya sendiri.  “Tiba-tiba anak saya  mengeluhkan kemaluannya. Titit Aa merah kaya berdarah ujung tititnya ga ada,” ungkapnya menirukan keluhan Aji saat mengetahui seperti sudah disunat. Saat itulah, alat kelamin Aji secara tiba-tiba saja berubah sep...

Berita Ekonomi : Chatib Basri akan Dilantik Oleh Presiden SBY Sebagai Menkeu Hari ini

Berita Ekonomi - Sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan, hari ini sekitar pukul 11.00 WIB, Presiden SBY akan melantik Chatib Basri untuk menjabat menjadi Menteri Keuangan. Acara pelantikan ini akan diadakan di Istana Negara, Jakarta. Sejumlah pejabat dalam jajaran kabinet dan beberapa pimpinan lembaga rencananya juga akan hadir pada acara pelantikan ini. Dengan tujuan untuk menggantikan kursi Menteri Keuangan yang telah ditinggalkan oleh Agus Martowardojo sebab ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Chatib Basri untuk menduduki kursi tersebut. Selengkapnya >>

Jadi Korban Begal, Pria Ini Justru Masuk Penjara

Polisi Sektor Bukit Raya menggelar rekonstruksi kejadian penganiayaan yang dilakukan Raju Andrian (20) yang menyebabkan Roby Dzaki Setiyawan (19) tewas saat hendak dilarikan ke rumah sakit. Rekonstruksi kejadian dilakukan Senin (16/11) di daerah Simpang Tiga, Pekanbaru, tepatnya di Gapura Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kejadian penganiayaan tersebut terjadi 10 September lalu, dimana korban Roby mencoba melakukan pembegalan dengan rekannya Khairul kepada Raju dan Yuli. Gelar rekonstruksi yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB itu, dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pekanbaru, kuasa hukum Raju, kuasa hukum Roby, pihak keluarga Roby. Khairul dan Yuli sebagai saksi  atas kasus penganiayaan tersebut. Kepala Unit Reskrim Polsek Bukit Raya Ipda M Bahari Abdi, saat dikonfirmasi mengatakan, setelah dilakukan rekonstruksi, Raju memerankan 35 adegan dimulai saat dirinya bersama teman wanitanya Yuli sedang berduaan di Gapura Bandara Sultan Syarief Kasim II yang kemudian didatangi oleh Rob...